Pemilik Warkop Botimoon Ancam Tutup Usahanya, Karyawan Menangis

Labuhanbatu,bantengmetro.com-Pemilik Warung kopi (Warkop) Botimoon yang terletak dijalan Sibuaya, Kelurahan, Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Propinsi Sumatera Utara mengancam akan menutup usahanya jika tudingan kejelekan saja menerpa warkop yang dimilikinya.

Karena dirinya mengaku, semua cara telah dilaluinya agar masyarakat Labuhanbatu dapat menikmati hasil karyanya.

"Semua sudah kulalui, dengan membuka Warkop seperti ini ada lapangan pekerjaan buat anak Labuhanbatu, apa semua salah, saya manusia tidak terlepas dari salah,"Kata Hendra selaku Pemilik Warkop Botimoon, Senin (28/3/2022).

Katanya, jika semua disoroti tentang karya saya, beberapa hari yang lalu sudah terpikir dikepala saya agar Warkop ini ditutup saja.

"Pening aku kalau begini saja. Saya berkarya, saya bayar pajak kedaerah. Bahkan saya mengajak warga sekitar bekerja sama untuk memajukan ekonomi,"Kata Hendra.

Dilanjutkan marga Harahap ini, Empat hari yang lalu dirinya telah mengumpulkan karyawan sebanyak 73 orang dari berbagai bidang. Saya katakan Warkop ini kita tutup saja, tapi malah ada yang menangis mengatakan kami kerja dimana pak.

"Semua sudah saya lakukan semampu saya, dari membuat ambulance untuk keperluan warga sekitar dan Labuhanbatu, memberikan CSR, semua itu gratis. Untung atau rugi saya tetap berikan CSR kepada warga sekitar, lalu bagaiman lagi saya buat, Kurang apa?,"Tegas Marga Harahap ini.

Menurutnya, selama 4 tahun berdirinya warkop Botimoon dirinya malah banyak mengeluarkan uang pribadi tentang Warkop tersebut, sebab dari gaji karyawan saja sudah berkisar 2 juta perbulan bahkan ada yang lebih.

"Didepan ada lahan parkir, saya yang menyewa tanah itu. Untuk memberdayakan adik-adik setempat. saya tidak minta apa-apa. Hanya minta fasilitasnya dijaga saja,"Ungkap Hendra.

Dijelaskannya, dengan banyaknya karyawan yang ada dibotimoon, perbulannya harus merogoh kocek berkisar 120 juta lebih untuk gaji karyawan.

"Kalau gaji mana bisa ditahan-tahan. Untung rugi saya lah yang tahu. Yang penting Warkop ini tetap berjalan,"Keluh Hendra.

Ditambahkanya, dengan dilihatnya warga yang berkunjung tidak lah setiap malam harus ramai Warkop ini. Bahkan terkadang hanya beberapa orang saja.

"Itu dia saya bilang tadi, saya tidak memikirkan untung lagi, berjalan saja Warkop ini sudah syukur Alhamdulillah,"Harap Hendra.

Dalam pergaulan semua rekan-rekan dari berbagai elemen semua saya layani dari berbagai aspek. Namun jika keinginan tidak dapat terpenuhi kiranya rekan-rekan dapat juga memaklumi keadaan saya.

"Semua ada pasang surut. Selagi saya bisa bantu saya bantu, seperti hal tergolong karyawan disini warga Labuhanbatu. Rata-rata anak kawan, minta kerja disini,"Sebut Hendra.

Sementara itu salah seorang karyawan yang bekerja di warkop Botimoon itu diwawancarai wartawan mengatakan dengan adanya Warkop ini dirinya dapat berkerja.

"Ia bang sempat kami dikumpulkan, dikatakan mau ditutup.Wii bang, dimana lagi kami kerja, apalagi ini mau masuk puasa. Pasti banyak kebutuhan. Maunya Jangan lah ditutup bang,"Bilang Karyawan Bernama Aldi Siregar, (Pasaribu).

Posting Komentar

0 Komentar